Rumah Adat Bali: Perpaduan Estetika, Tradisi, dan Filosofi Kehidupan

Kamis 13-02-2025,17:59 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

Paon: Dapur yang umumnya berada di bagian Kelod.

Struktur ini mencerminkan keteraturan dan nilai budaya masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Menguak Rahasia Prasasti Yupa: Jejak Kerajaan Kutai dalam Sejarah Nusantara

BACA JUGA:Suku Moronene di Sulawesi Tengah: Menggali Warisan Budaya dan Sejarah yang Memikat

5. Material Alami yang Ramah Lingkungan

Bahan bangunan rumah adat Bali berasal dari sumber daya alam, seperti kayu, bambu, batu, ijuk, dan tanah liat.

Atapnya sering dibuat dari alang-alang atau ijuk, yang berfungsi menjaga suhu ruangan tetap sejuk secara alami.

6. Ornamen dan Seni Ukir Bernilai Filosofis

Rumah adat Bali dihiasi dengan ukiran khas yang mengandung makna budaya dan religius.

BACA JUGA:Legenda Ken Arok: Perebutan Kekuasaan yang Mengubah Sejarah Nusantara

BACA JUGA:Kerajaan Kediri: Jejak Kejayaan Hindu dalam Sejarah Nusantara

Pintu, jendela, dan dinding rumah sering diberikan motif simbolis yang berfungsi sebagai perlindungan serta penghormatan terhadap leluhur.

7. Pagar Tertutup untuk Privasi dan Perlindungan

Rumah adat Bali umumnya dikelilingi oleh pagar tinggi dari batu atau bata merah.

Selain menjaga privasi, pagar ini diyakini sebagai pelindung dari energi negatif dan gangguan luar.

8. Asta Kosala Kosali: Tata Ruang Tradisional

Kategori :