Salah satu kisah yang terkenal adalah tentang sebuah bukit kecil yang diyakini dulunya merupakan perkampungan.
BACA JUGA:Apakah Anda Tahu Sejarah Kejayaan Kerajaan Aceh? Simak Kisahnya!
Konon, Si Pahit Lidah mengutuk tempat itu menjadi batu karena penduduknya dianggap tidak sopan saat menjamu tamu.
Kutukan ini diyakini menjadi asal-usul Bukit Kandis, sebuah bukit batu yang kini menjadi destinasi wisata di Bengkulu Tengah.
Cerita Mistis di Danau Tes
Legenda Si Pahit Lidah juga melekat di sekitar Danau Tes, sebuah danau besar di Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Masyarakat setempat percaya bahwa danau ini merupakan hasil kutukan Si Pahit Lidah terhadap sebuah desa yang penduduknya melakukan tindakan tidak terpuji.
BACA JUGA:Sejarah Megalitikum Pasemah di Pagar Alam
Akibat ucapannya, desa tersebut tenggelam dan berubah menjadi danau yang ada hingga kini.
Selain cerita mistis, masyarakat sekitar juga mengaitkan keberadaan danau ini dengan pesan moral tentang pentingnya menjaga perilaku terhadap tamu dan lingkungan sekitar.
Pesan Moral dan Relevansi Legenda
Seperti banyak cerita rakyat lainnya, legenda Si Pahit Lidah tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan moral.
Cerita ini mengajarkan pentingnya menjaga tutur kata dan sikap terhadap orang lain.
BACA JUGA:Batu-Batu Raksasa di Pagar Alam: Apa yang Tersembunyi di Balik Jejak Megalith Prasejarah Ini?
Kekuatan ucapan, dalam konteks legenda ini, menggambarkan betapa besar dampak dari setiap perkataan yang diucapkan, baik itu secara harfiah maupun simbolis.
Di Bengkulu, legenda Si Pahit Lidah tetap hidup melalui tradisi lisan, pertunjukan seni, dan cerita keluarga yang terus diwariskan.