Faisal Basri Mengungkap Masalah Utama dan Prospek Industri Tekstil di Indonesia

Minggu 19-01-2025,16:56 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM  - Industri tekstil Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi daya saingnya, terutama di wilayah Jawa Barat, yang dikenal sebagai pusat industri tekstil utama di Indonesia.

Ekonom senior Faisal Basri mengidentifikasi dua masalah besar yang mempengaruhi industri ini:

1. Keterbatasan Teknologi dan Biaya Produksi

   Menurut Faisal Basri, banya perusahaan tekstil di Jawa Barat kesulitan untuk memperbarui teknologi produksi mereka.

Biaya yang tinggi untuk mengganti mesin serta kewajiban membayar pajak pertambahan nilai (PPN) dan bunga pinjaman yang besar menghambat investasi di bidang teknologi.

BACA JUGA:Outfit Anak Gunung: Kombinasi Tepat untuk Tampil Keren dan Fungsional

BACA JUGA:Tips Tepat Memilih Outfit Vintage Pria yang Tampil Stylish di Acara Santai dan Formal

Hal ini berimbas pada kurangnya daya saing perusahaan di pasar global yang semakin kompetitif.

2. Persaingan dengan Produk Impor

   Salah satu tantangan besar yang dihadapi oleh pabrik tekstil lokal adalah persaingan ketat dengan produk impor, khususnya pakaian dari China yang dijual dengan harga lebih murah.

Persaingan ini mengurangi permintaan pasar domestik, menyebabkan beberapa perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), yang pada gilirannya mempengaruhi tingkat lapangan kerja di sektor ini.

BACA JUGA:Outfit Apa yang Cocok Pria Kulit Gelap? Cari Tahu Pilihannya di sini!

BACA JUGA:Gaya Pria di Acara Kondangan: 7 Inspirasi Outfit yang Bikin Kamu Tampil Mempesona

Respons Pemerintah dan Kritik terhadap KADI

Faisal Basri menghargai beberapa kebijakan pemerintah, seperti penerapan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) untuk produk tekstil tertentu.

Kategori :