3. Stres Emosional dan Fisik
Stres, baik yang disebabkan oleh tekanan emosional maupun fisik, dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
Faktor-faktor seperti masalah keluarga, kehilangan orang terkasih, atau tekanan pekerjaan dapat menyebabkan gangguan pada hormon yang mengatur ovulasi.
BACA JUGA:Manfaat Menakjubkan dari Air Rebusan Daun Salam untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Melon, Buah Segar dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan Anda
Stres fisik, misalnya olahraga berlebihan atau diet yang ketat, juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi.
Namun, setelah stres mereda, siklus haid biasanya akan kembali normal.
4. Perubahan Usia
Usia memiliki peran penting dalam perubahan siklus menstruasi. Pada perempuan yang lebih muda, terutama saat baru memasuki masa pubertas, siklus haid cenderung lebih teratur.
Namun, menjelang usia perimenopause, yang biasanya terjadi pada akhir 30-an atau awal 40-an, siklus menstruasi dapat menjadi tidak teratur dan volume darah yang keluar bisa lebih sedikit.
BACA JUGA:Rahasia Nutrisi Buah Bit dan Manfaatnya yang Mengagumkan untuk Kesehatan Tubuh
BACA JUGA:Segudang Manfaat Daun Pucuk Merah: Teh Lezat yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
5. Penurunan Berat Badan yang Drastis
Penurunan berat badan yang signifikan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh.
Lemak tubuh memiliki peran penting dalam produksi hormon, sehingga kekurangan lemak tubuh bisa mempengaruhi siklus menstruasi dan menyebabkan haid yang lebih sedikit.
6. Kehamilan