Mereka datang untuk berdoa, bermeditasi, atau sekadar mencari berkah.
BACA JUGA:Gunung Sibayak: Status Keaktifan dan Pesona Fenomena Alamnya
Selain itu, terdapat situs Hargo Dalem dan Hargo Dumilah, yang menjadi pusat ritual bagi mereka yang percaya akan kekuatan mistis gunung ini.
Tidak jarang pengunjung membawa sesaji seperti bunga, makanan, atau dupa sebagai bentuk penghormatan.
Keajaiban Spiritual Gunung Lawu
Banyak orang yang mendaki Gunung Lawu bukan hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga untuk mencari pengalaman spiritual.
Suasana di gunung ini sering kali digambarkan tenang dan penuh kedamaian.
BACA JUGA:Apakah Gunung Padang Merupakan Peninggalan Peradaban Kuno yang Terlupakan? Temukan Fakta Menariknya!
Beberapa pendaki bahkan melaporkan pengalaman mistis, seperti mendengar suara gamelan di tengah malam atau merasakan kehadiran sosok gaib yang tak terlihat.
Gunung Lawu juga memiliki tradisi khusus yang dilakukan oleh masyarakat setempat, terutama saat malam 1 Suro dalam kalender Jawa.
Pada malam ini, ratusan peziarah mendaki gunung untuk berdoa dan memohon berkah. Mereka percaya bahwa energi spiritual gunung mencapai puncaknya pada waktu tersebut.
Pantangan dan Etika Pendakian
Meski menjadi destinasi wisata, Gunung Lawu memiliki beberapa pantangan yang harus dihormati.
BACA JUGA:Jejak Sejarah dan Keangkeran Gunung Semeru: Cerita di Balik Keramatnya
Pendaki dilarang keras berkata kasar atau melakukan tindakan yang tidak sopan, karena dipercaya dapat memancing hal-hal buruk.
Selain itu, ada mitos bahwa barang siapa memetik bunga Edelweiss di Gunung Lawu akan mendapatkan kesialan.