Tambahkan air sedikit demi sedikit, aduk hingga adonan menjadi lebih cair namun tetap kental. Jika Anda menggunakan santan, masukkan santan secara perlahan agar adonan tidak pecah.
BACA JUGA:Bacem Tahu Spesial, Resep Tahu Bacem dengan Bumbu yang Meresap Sempurna
2. Menambahkan Ragi dan Pewarna:
Masukkan ragi instan (fermipan) ke dalam adonan, aduk rata hingga ragi larut dan tercampur dengan baik.
Diamkan adonan selama 10-15 menit agar ragi mulai bekerja. Adonan akan sedikit mengembang karena fermentasi ragi.
Setelah itu, bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai dengan jumlah warna yang ingin Anda buat. Tambahkan pewarna makanan pada setiap bagian adonan untuk menciptakan warna yang berbeda.
Jika Anda menggunakan air daun suji untuk warna hijau, tambahkan sedikit air daun suji pada adonan hijau, dan begitu juga dengan warna lain.
3. Mengukus Kue Mangkok:
Siapkan kukusan, panaskan air dalam panci kukusan hingga mendidih. Lapisi tutup kukusan dengan kain bersih untuk menghindari tetesan air ke adonan.
Oleskan sedikit minyak pada cetakan kue mangkok agar kue mudah dikeluarkan setelah matang.
Tuangkan adonan ke dalam cetakan kue mangkok hingga hampir penuh, karena adonan akan mengembang saat dikukus. Anda bisa menuangkan satu warna adonan terlebih dahulu, lalu dilapisi dengan warna lain untuk membuat kue mangkok berlapis warna.
Kukus kue mangkok dengan api besar selama sekitar 15-20 menit atau hingga kue mengembang sempurna dan matang. Jangan buka tutup kukusan terlalu sering agar uap air tidak keluar dan mengganggu proses pengukusan.
Setelah 15 menit, tes kematangan kue mangkok dengan menusukkan tusuk gigi. Jika tusuk gigi keluar bersih, berarti kue sudah matang.
BACA JUGA:Cakwe Kriuk dan Lezat, Resep Praktis untuk Camilan yang Bikin Ketagihan
4. Menyajikan Kue Mangkok:
Setelah matang, angkat kue mangkok dari cetakan dan biarkan agak dingin sejenak. Kue mangkok siap disajikan.