Ini adalah awal perubahan besar dalam kesetaraan gender dan hak-hak wanita di dunia Barat.
Perang Psikologis dan Propaganda
Perang Dunia II juga dikenal dengan perang psikologisnya. Kedua belah pihak menggunakan propaganda untuk memengaruhi masyarakat dan tentara mereka.
Propaganda digunakan untuk meningkatkan semangat nasionalisme, memfitnah lawan, dan memperkuat moral tentara.
BACA JUGA:28 Oktober 1928: Sejarah Sumpah Pemuda dan Semangat Persatuan Bangsa
Pembentukan PBB
Pasca-Perang Dunia II, masyarakat internasional menyadari pentingnya menjaga perdamaian global dan mencegah perang besar lainnya.
Hal ini mendorong terbentuknya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 Oktober 1945, dengan tujuan mendorong perdamaian dan keamanan internasional serta menjembatani komunikasi antarnegara.
Dampak Perang Dunia II pada Zaman Sekarang
Pembentukan Blok-Barat dan Blok-Timur
Setelah Perang Dunia II, dunia terpecah menjadi dua kubu besar, yaitu Blok Barat yang dipimpin Amerika Serikat dengan ideologi kapitalisme, dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet dengan ideologi komunisme.
Ketegangan ini dikenal sebagai Perang Dingin, yang berlangsung hingga runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991.
BACA JUGA:Sejarah dan Kemunduran Kerajaan Majapahit: Simak Penjelasannya!
Meskipun Perang Dingin telah berakhir, dampaknya masih terlihat dalam hubungan internasional dan kekuatan militer negara-negara besar.
Pengembangan Teknologi Modern
Perang Dunia II memicu penelitian dan inovasi yang kemudian berkembang menjadi teknologi yang digunakan hingga kini.