Ditambah lagi, jok motor yang tidak terlalu tebal juga menambah ketidaknyamanan saat berkendara dalam waktu lama.
4. Posisi Berkendara dan Ketinggian Jok
Posisi berkendara pada XSR 155 bisa menjadi perhatian.
Meskipun motor ini mengusung tampilan retro, posisi berkendara mirip dengan Yamaha MT-15, yang membuat tangan terasa terbuka lebar dan kaki agak menekuk ke belakang.
BACA JUGA:Mengatasi Tarikan Motor Matic yang Kurang Bertenaga: Mengulas Penyebab dan Solusinya
Posisi ini bisa membuat pengendara merasa tidak nyaman, terutama jika belum terbiasa.
Ketinggian jok yang mencapai 810 mm juga menjadi kekurangan bagi pengendara dengan postur tubuh yang lebih pendek.
Pengendara dengan tinggi badan di bawah 168 cm mungkin akan kesulitan mencapai tanah dengan kedua kaki saat duduk di jok, yang bisa mempengaruhi rasa percaya diri saat berkendara.
5. Pelek dan Desain
BACA JUGA:Berikut Spek Motor Berteknologi Y-Connect, Bisa Terhubung Dengan Smartphone
Meskipun XSR 155 memiliki desain retro, pelek yang digunakan bukanlah tipe jari-jari melainkan palang atau racing.
Pelek jari-jari adalah salah satu elemen khas dari motor retro dan dapat menawarkan kelenturan yang lebih baik di jalanan tidak beraspal.
Penggunaan pelek palang ini mungkin mengurangi kesan retro yang ingin ditampilkan oleh XSR 155.
Kesimpulan
BACA JUGA:Yamaha MT-15: Motor Sport dengan Desain Futuristik dan Teknologi Canggih
Yamaha XSR 155 adalah motor retro yang menggabungkan desain klasik dengan teknologi modern. Kelebihannya terletak pada fitur canggih, performa mesin yang mengesankan, dan tampilan yang menarik.