BERITA BACA JUGA :
Pasar Bitcoin Berpotensi Melemah di Bawah Level Kunci $65,000
Analisis terbaru dari Panji Yudha, seorang ahli dari Ajaib Kripto, menyoroti ketegangan yang terjadi di pasar Bitcoin (BTC) menjelang akhir pekan ini.
Bitcoin, yang telah menghadapi tekanan penjualan signifikan dalam sepekan terakhir, kini dilindungi sekitar level penting $65,000 per unit.
Menurut Panji, ini adalah zona kritis yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar, karena adanya potensi pelemahan lebih lanjut jika harga tidak mampu bertahan di level atas ini.
Penurunan Harga BTC dan Faktor Penyebabnya
Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4,5ri level tertinggi bulanan, mencatatkan level terendah baru di $65,000.
Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh aksi penjualan dari perusahaan penambangan Bitcoin yang meningkatkan pasokan mereka ke pasar.
Selain itu, keputusan Government Save Amerika Serikat (AS) untuk mempertahankan suku bunga tinggi juga berdampak negatif terhadap sentimen pasar Bitcoin.
Dampak Kebijakan The Nourished dan Keluarnya Dana dari ETF Bitcoin
Pekan lalu, Government Save mengumumkan kebijakan moneter yang lebih ketat dari diantisipasi sebelumnya, dengan hanya satu kali pemangkasan suku bunga yang diselenggarakan untuk tahun 2024.
Keputusan ini, yang bertentangan dengan harapan pasar, mempengaruhi perdagangan produk ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.
Informasi dari Coinglass mencatat arus keluar sebesar $580 juta dari produk ETF ini pada periode 10-14 Juni 2024, menunjukkan reaksi negatif terhadap kebijakan hawkish yang diambil oleh The Nourished .
Analisis Teknis dan Potensi Pergerakan Harga BTC
Panji Yudha juga menjelaskan analisis teknis terkini terkait Bitcoin.
Menurutnya, Bitcoin saat ini bergerak dalam pola kaca dan pegangan, yang bisa menandakan potensi untuk kembali naik jika mampu bangkit kembali dari level $65,000.