Mengungkap Warisan Islam di Sumatera Utara! Inilah Sejarah Kesultanan Deli

Rabu 24-04-2024,05:54 WIB
Reporter : Elis
Editor : Almi

PAGARALAMPOS.COM - Kesultanan Deli, sebuah kerajaan Islam, berdiri kokoh di kota Medan, Sumatera Utara. Ia terus eksis sejak didirikan pada tahun 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan. 

Kerajaan ini pada mulanya merupakan bagian dari Kerajaan Aceh yang mengalami masa-masa sejarah berbeda yang menandai naik turunnya kekuasaannya.

Hingga saat ini Kerajaan Deli masih diperintah oleh Sultan Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam, pewaris takhta dengan sejarah dan tradisi. Awal berdirinya Kerajaan Deli tercatat ketika Kerajaan Aceh berusaha memperluas wilayahnya di Sumatera Utara. 

Laksamana Gocah Pahlawan sebagai wakil Aceh diutus ke wilayah Aru.Kepercayaan dan dukungan keempat raja  Batak Karo setempat. yang masuk Islam sehingga memungkinkan Gocah Pahlawan naik takhta di Deli.

BACA JUGA:Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia Setelah Nabi Muhammad, Begini Sejarah dan Karya Ishaac Newton

BACA JUGA:Membongkar Konstruksi Sejarah Besemah, Punya Hubungan dengan Fakta dan Mitos Atung Bungsu

Sumatera Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya. Di tengah kemegahan alamnya, tersembunyi jejak kebesaran sebuah kerajaan yang pernah mendominasi wilayah ini, yaitu Kesultanan Deli.

Melalui perjalanan sejarah yang panjang, kita dapat menelusuri warisan bersejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Sumatera Utara.Di pusat Kota Medan, yang juga merupakan pusat pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, terdapat sebuah bangunan bersejarah yang memiliki nilai cagar budaya lokal.

Tempat ini adalah Masjid Raya Al-Mashun, yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan. Masjid ini menjadi lambang wisata religi yang khas bagi kota ini, yang juga merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia.

 

Menandai berdirinya Kesultanan Deli. Kesultanan ini tidak luput dari konflik dan pertikaian, terutama pada abad ke-18.Saat terjadi kekacauan pasca-kematian Tuanku Panglima Paderap yang berujung pada perpecahan akibat perebutan kekuasaan di antara keturunannya. 

BACA JUGA:Mengenal Sejarah dan Fakta Menarik Mengenai Wayang Kulit

BACA JUGA:10 Dinasti Cina yang Membentuk Peradaban dan Kebudayaan Dunia Paling Bersejarah

Namun, konflik tersebut mereda ketika Tuanku Panglima Pasutan naik tahta dan mengembalikan kestabilan politik serta keutuhan kerajaan.

Pada tahun 1861, setelah periode berada di bawah pengaruh Aceh, Siak, dan Belanda, Kesultanan Deli mendeklarasikan kemerdekaannya dan mulai memasuki era baru sebagai kerajaan independen.

Kategori :