Roket sederhana itu dikembangkan oleh Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer Hamas. Roket tersebut memiliki tiga model dan mulai digunakan sejak 2001.
Produksi roket tersebut dilaksanakan sejak Intifada Kedua dengan daya jelajah sekitar 4,5 km.
BACA JUGA:Tingkatkan Kemampuan Operasi Malam Hari, Pesawat Tempur TNI AU Gunakan Bom Latih Malam
3. Al Quds-3
Roket artileri itu dikembangkan di Jalur Gaza dan mendapatkan bantuan dari Iran. Itu merupakan sistem peluncur roket yang memiliki daya jelajah hingga 30 km.
Sistem itu mampu menembakkan 40 roket dalam jeda 20 detik dengan berat artileri mencapai 13 to
4. Yasin
Ini merupakan roket berbasis anti-tank atau RPG. Itu dikembangkan Hamas dan pertama kali digunakan pada 2004.
Nama Yasin itu sebagai bentuk penghormatan kepada Sheikh Ahmed Yassin yang tewas dibunuh Israel pada 2004.
BACA JUGA:IFV Marder 1A3 Donasi Dari Jerman Ke Ukraina Rontok Perdana
5. Buraq-100
Merupakan roket yang memiliki jangkauan hingga 70 hingga 100 km. Roket tersebut biasanya digunakan untuk melancarkan ke wilayah Israel.
“Hamas memiliki ratusan roket yang memiliki daya jelajah yang jauh hingga bisa menarget Tel Aviv hingga bandara Ben-Gurion.
Selain roket yang diproduksi secara lokal, Hamas juga mendapat pasokan roket dari luar wilayah Palestina.
BACA JUGA:Kroasia Beli 12 Jet Tempur Bekas dari Prancis, Rafale F3-R Gantikan Jet Antik Era Soviet
Roket-roket ini biasa digunakan pada peluncur MLRS (Multiple Launch Rocket System) di kaliber 122 mm, yaknu Grad dan WS-1E.