Dengan demikian, Ronggolawe memiliki peran yang sangat penting dalam awal mula pemberontakan dan pendirian Majapahit.
Namun, meskipun jasanya besar, Ronggolawe tidak mendapatkan tempat yang diinginkannya di Majapahit.
Ia ingin menjadi Pati dan mendampingi Raden Wijaya sampai akhir hayat.
Sayangnya, keinginannya tidak tercapai. Seorang tokoh bernama Nambi diangkat sebagai Patih, padahal Nambi dianggap tidak memiliki jasa apapun terhadap Majapahit.
Gajah Mada Taklukkan Nusantara, Kerajaan Majapahitahit--Ilustrasi_net
Ronggolawe sangat marah dan tersinggung oleh keputusan Raden Wijaya ini.
Ia memprotes keras keputusan tersebut, yang pada akhirnya menjadi awal dan akhir kisah hidup sang tokoh besar.
Pemberontakan Ronggolawe berakhir dengan kematian Raden Wijaya.
Meskipun tindakan Ronggolawe menyesalkan, protes yang dilontarkan oleh teman dekatnya sangat menghinanya.
BACA JUGA:Misteri Gunung Padang, Temuan Reaktor Kuno yang Mengguncang Dunia Arkeologi, Bangga Indonesia!
Akibatnya, pasukan Majapahit pun menghadangnya, dan Ronggolawe tewas dalam pertarungan tersebut.
Masyarakat Tuban, hingga hari ini, masih konsisten dalam menjunjung Ronggolawe sebagai sosok pahlawan besar yang patut dikagumi.
Meskipun pada awalnya mungkin dianggap penghianat, jika latar belakangnya ditelusuri, Ronggolawe sebenarnya melakukan hal yang benar.
Kontribusinya dalam mendirikan Majapahit dan usahanya yang gigih dalam melawan Kerajaan Kediri tidak dapat diabaikan.