Dengan kekuatan ini, suatu hari, ia berniat ingin pulang ke kampung halamannya, di Sumedang.
Di perjalanannya, ia selalu mengutuk apapun yang dilihat. Seperti, dia mengutuk semua pohon tebu menjadi batu.
BACA JUGA:Di Balik Kabut Misterius, Beginilah Kisah Hilangnya 3 Pendekar Kuat Yang Menghebohkan
Dan dalam sekejap, pohon-pohon tebu tersebut menjadi batu. Tak hanya itu, disepanjang tepi Sungai Iambi, dia kembali mengutuk semua orang yang dijumpai menjadi batu.
Karena kekuatan yang ia miliki itulah, membuat Serunting menjadi sombong, angkuh. Lama kelamaan Serunting menjadi orang yang angkuh dan sombong.
Karena sifat angkuh dan juga kesaktiannya pada ucapan nya yang menjadi kenyataan, Seruntung dijuluki Si Pahit Lidah.
Singkat cerita, Serunting menyadari apa kesalahan dan perbuatan buruknya kepada orang lain sehingga merugikan dan menakutkan untuk banyak orang.
BACA JUGA:Pentingnya Menerapkan Strategi Packaging yang Tepat Untuk Generasi Strawberry
Lambat laun, Serunting segera memperbaiki segala kesalahannya dengan berbuat baik kepada sesama.
Seperti saat dalam perjalanan, dia mengubah Bukit Serut menjadi hutan kayu.
Dalam sekejap bukit itu berubah menjadi hutan kayu hingga masyarakat setempat berterima kasih kepadanya karena bukit itu telah menjadi hutan kayu yang akan menghasilkan hasil kayu yang berlimpah dan dijual di pasar untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Hal baik yang ia lakukan tidak berhenti disitu. Kekuatannya telah membawa berkah lain bagi pasangan kakek dan nenek.
BACA JUGA:Situs Megalit Gunung Padang, Masih Menjadi Sebuah Misteri Ilmu Pengetahuan!
Saat dia tiba di Desa Karang Agung. Serunting melihat kakek dan nenek tua yang sangat ingin memiliki anak.
Melihat nenek dan kakek itu yang sangat baik hati, Serunting iba dan menyanggupi keinginan kakek dan nenek tua itu dengan mengubah sehelai rambut menjadi seorang anak bayi yang lucu.
Nenek dan kakek itu bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Serunting dan berterimakasih banyak dengan Serunting.