HEBOH! Kampung Gadis Ini Banyak Dapatkan Prestasi, Apakah Karena Gadisnya Cantik?

Rabu 03-05-2023,17:07 WIB
Reporter : Rerry
Editor : Rerry

BACA JUGA:Bingung Cari Jodoh? Ini Dia 3 Rekomendasi Kampung Janda Di Indonesia

Gaung kampung GADIS menarik banyak perhatian. Salah satunya adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Belum lama ini, Menteri Siti mengunjungi kampung GADIS tersebut.

Pada kunjungannya itu, Menteri Siti  didampingi oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Sigit Reliantoro.

Saat berkunjung, Menteri LHK dua periode tersebut berkesempatan untuk melihat pengelolaan Bank Sampah Beo Asri dan meresmikan Program Desa Mandiri Energi melalui inovasi teknologi ramah lingkungan Eco Smart Greenhouse Hidroponik terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 1.000 Watt Peak (WP).

Menteri Siti mengapresiasi karena program ini telah membuahkan hasil bagi kelompok petani hidroponik, yaitu berupa peningkatan pendapatan ekonomi kelompok yang berasal tidak hanya dari menjual produk sayuran, namun juga dari menjual bibit-bibit tanaman hidroponik.

BACA JUGA:Makin Heboh! Selain Kampung Janda, Ternyata juga Ada Kampung Nikah Siri di Bogor

“Secara efektif, masyarakat memperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 500.000/bulan dibandingkan dari sebelumnya masyarakat harus membeli bibit Rp1.200.000/unit per bulan,” ujar Menteri Siti.

Selain program Inovasi Eco Smart Greenhouse, rombongan juga melihat program Bank Sampah Beo Asri. 

Bank sampah ini  telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengendalian sampah lingkungan melalui beberapa kegiatan utama, seperti menabung Sampah dengan tabungan SAHARA, produksi kerajinan melalui limbah NonB3, pengelolaan sampah anorganik menjadi pupuk, dan berpartisipasi aktif dalam pemasaran hasil kerajinan. 

Pengurus Bank Sampah Beo Asri beranggotakan kaum ibu, lansia dan pemuda eks kenakalan remaja.

BACA JUGA:ANEH! di Bogor Ada Kampung Janda dan Kampung Nikah Siri

Juara pertama kampung KB

Apa yang dilakukan kampung GADIS juga mendapat apresiasi dari  Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji.  

Suwarto bercerita jika dirinya sejak pertama menjabat Bupati Cilacap mengetahui jika kampung di bantaran rel kereta adalah lokasi  kumuh, tempat pembuangan sampah, kawasan kenakalan remaja, dan lokasi sering terjadi kecelakan di rel kereta api.

Namun, setelah bekerja sama dengan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, lokasi ini menjadi lebih produktif, sehat dan mandiri.

BACA JUGA:Kamu Penderita Narkolepsi? Begini 4 Tips Ampuh Atasi Susah Tidur

Tags :
Kategori :

Terkait