BACA JUGA:Siapa yang Tak Tau Dengan Properti Syuting Film Keluarga Cemara? Sinetron Legendaris Tanah Air
Merokok untuk sementara mengurangi gejala penarikan ini dan karenanya dapat memperkuat kebiasaan tersebut.
Penelitian juga menunjukan kalau orang yang depresi dua kali lebih mungkin untuk merokok dibandingkan yang tidak depresi.
Kebanyakan orang mulai merokok sebelum menunjukkan tanda-tanda depresi, jadi tidak jelas apakah merokok menyebabkan depresi atau depresi mendorong orang untuk mulai merokok.
Nikotin merangsang pelepasan zat kimia dopamin di otak. Dopamin terlibat dalam memicu perasaan positif.
BACA JUGA:Kamu Wajib Tau! Tips dan Trik Rahasia Iphone yang Bermanfaat Buat Kamu
Pada orang yang depresi, kandungan dopamin dalam otaknya cenderung rendah.
Alhasil, orang tersebut menggunakan rokok sebagai cara untuk sementara meningkatkan pasokan dopamin.
Namun, merokok justru mendorong otak untuk mematikan mekanisme pembuatan dopamin sehingga dalam jangka panjang pasokannya berkurang.
Pada gilirannya, kondisi ini mendorong orang untuk merokok lebih banyak.
BACA JUGA:Rekomendasi Wisata Sulawesi Utara: Surga Alam di Ujung Utara Indonesia!
Tips Berhenti Merokok
Tidak mudah untuk menghentikan kebiasaan merokok. Berhenti merokok secara tiba-tiba justru tidak akan efektif dan dapat memperburuk gejala penarikan.
Bila kamu berkemauan untuk berhenti merokok, berikut beberapa tips yang bisa kamu coba:
1. Komitmen untuk berubah
Pikirkan atau bila perlu tuliskan hal apa saja yang bisa kamu peroleh jika tidak merokok, seperti kesehatan fisik yang lebih baik, napas yang lebih segar, konsentrasi yang lebih baik, dan lebih banyak uang untuk dibelanjakan untuk hal-hal lain.