Maka dari itu, sangat disarankan untuk lebih mengutamakan perawatan komponen bawaan pabrik daripada harus memodifikasinya sendiri.
BACA JUGA:6 Tempat Wisata di Palangkaraya yang Wajib Kamu Kunjungi
Hindari Membawa Beban Berat
Selain itu, cara merawat V-Belt motor matic yang bisa Anda lakukan yakni dengan mencegah atau setidaknya mengurangi membawa beban berat.
Karena, membawa beban berat sama dengan akan berpengaruh pada daya tarikan yang dibutuhkan.
Dimana, hal ini V-Belt dipaksa bekerja keras menggerakkan roda belakang agar motor matic bisa berjalan.
So, dengan menghindari membawa beban yang melebihi batas maksimum kapasitas motor maka bisa menjadi salah satu tindakan perawatan tak langsung pada V-Belt agar lebih awet dan tahan lama.
BACA JUGA:Kawah Kamojang, Masuk 7 Destinasi Wisata Terbaik di Majalaya
Selalu Cek Kondisi V-Belt Tiap 8 Ribu Km
Di sisi lain, untuk memaksimalkan performa V-Belt agar normal maka disarankan selalu melakukan pengecekan dan penggantian rutin tiap 6 – 8 bulan sekali atau setiap 8 ribu Km.
Hal ini tentu dilakukan guna mencegah terjadinya kerusakan berlebih pada V-Belt.
Namun, sebaiknya jika kondisi V-Belt sudah mulai retak dan rapuh, sebaiknya sesegera mungkin diganti.
Cara ini merupakan langkah paling penting yang harus dilakukan selain beberapa cara merawat V-Belt motor matic yang disebutkan sebelumnya.
BACA JUGA:7 Destinasi Wisata di Majalaya yang Jarang Orang Ketahui, Indahnya Luar Biasa!
Istirahatkan Motor Selama Sehari
Jika Anda sering menggunakan motor matic untuk menunjang aktivitas sehari-hari maka tak salah jika sesekali mengistirahatkan motor selama 12 jam lebih.