Mau Kuliah di Jogja? Inilah Gaya Hidup Anak Muda Jogja Saat Ini!

Selasa 17-06-2025,07:09 WIB
Reporter : Almi
Editor : Almi

Beralih tentang sebutan Jogja sebagai kota sepeda, tak lain karena dahulu di Jogjakarta alat transportasi utamanya baik pelajar maupun pegawai dan juga para buruh bangunan serta yang lainnya adalah sepeda

Sehingga adalah sebuah hal yang lumrah pada setiap jalan yang kita lalui rombongan orang bersepeda selalu nampak disepanjang jalan.

BACA JUGA:Pondok Kelapo Salah Satu dari 6 Rekomendasi Tempat Wisata Kuliner di Prabumulih yang Bikin Nagih

Seiring berjalannya waktu, saat kendaraan bermotor mulai membanjiri Jogja, saat itu pula perlahan sepeda mulai tersisihkan.

Meskipun demikian saat kendaraan bermotor sudah cukup banyak, di beberapa sudut jalan seperti jalan Bantul(Jogja arah selatan), jalan dari arah prambanan/kalasan (Jogja bagian Timur) masih banyak yang bisa kita jumpai sekelompok pemakai jalan masih menggunakan sepeda.

Bahkan pada waktu-waktu tertentu yaitu pagi dan sore rombongan mereka terlihat bak konvoi sepeda dengan berjajar tiga-tiga atau bahkan empat-empat yang untuk saat ini hal yang demikian sudah sangat sulit untuk kita jumpai.

Saya sendiri mempunyai sebuah kerinduan untuk melihat hal seperti itu terjadi lagi.

BACA JUGA:Gunung Merbabu Masuk 8 Tempat Wisata Terbaik di Salatiga

Dimana jalan penuh bukan oleh besarnya badan motor/mobil yang kadang hanya terisi satu/sedikit orang dengan segala ketergesaannya, akan tetapi penuh dengan orang bersepeda yang menampakkan bahwa antara satu orang dengan orang yang lain masih bisa berbicara santai disepanjang jalan, memperbincangkan berbagai hal dalam bentuk kelompok dan dengan (hati) yang terasa begitu dekat!, Ada masa sepeda ditinggalkan, ada masa sepeda dicari kembali.

Setelah laju produksi sepeda motor dan mobil tak bisa di bendung lagi karena juga seiring dengan keinginan banyak orang untuk mencari efisiensi waktu, maka alat transportasi sepeda mulai ditinggalkan banyak orang.

Sepeda mulai tidak populair lagi di Jogja sehingga di sepanjang jalan yang terlihat adalah laju dan deru mesin motor dan juga mobil yang ternyata semakin lama juga semakin membuat permasalahn baru yaitu selain efek polusi yang dihasilkan juga efek kemacetan yang mulai dirasakan oleh banyak orang.

Meskipun demikian tak ada solusi yang bisa memecahkan hal tersebut, karena semua orang hanya menginginkan hasilnya saja akan tetapi tidak bersedia menjadi bagian dari solusi tersebut.

BACA JUGA:7 Tempat Wisata di Medan Paling Populer yang Wajib Dikunjungi First Timer

Dan untuk hal yang satu ini memang akan butuh waktu yang panjang untuk memecahkannya.  Munculnya banyak kelompok/komunitas penghobi bersepeda menimbulkan kesadaran baru.

Pada kurun waktu lima sampai sepuluh tahun terakhir, sebenarnya sudah banyak bermunculan kelompok/komunitas/klub bersepeda di Jogja; akan tetapi dari sekian banyak komunitas hanya ada beberapa yang masih eksis(bisa bertahan lama hingga sekarang). Diantaranya adalah VOC, Podjok, Opoto dan yang lainnya (saya mohon maaf bila ada yang belum sempat saya sebutkan.

Mohon tambahan informasi/referensi untuk bisa saya tambahkan disini) Dan karena dari militansi merekalah sekarang timbul (lagi) komunitas sepeda yang muncul bak jamur di musim penghujan.

Kategori :