Tanam Pepaya California

Minggu 26-02-2023,15:58 WIB
Reporter : sumeks
Editor : Almi

MUARADUA, PAGARALAMPOS – Berkebun pepaya california kini banyak dilakukan warga di OKU Selatan. Tanaman pepaya ini juga yang dikembangkan Kulin, warga Desa Karet Jaya Kecamatan Buay Pemaca OKU Selatan.
Tergerak oleh program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) inisiasi Gubernur Herman Deru, lahan yang selama ini kosong diubah diubah Kulin. Lahan yang berada persis di belakang kediamannya kini diisi tanaman pepaya california.
Lahan beberapa meter yang sebelumnya sempat kosong, kini sudah terisi dengan beberapa tanaman.

BACA JUGA:Kemendagri Bangun Konsolidasi Kewaspadaan Nasional bersama Kesbangpol Jelang Pemilu 2024 Tak hanya tanaman pepaya tetapi juga tanaman jambu batu dan terong. Hanya saja memang tanaman pepaya mendominasi ada sekitar 100 batang pepaya. ‘’Kalau untuk pepaya ini, sedang coba kita kembangkan.  Tanaman ini sebenarnya baru usia 4 bulan. Kalau prediksi, 4 bulan lagi baru bisa panen pertama,” ungkap Kulin.
Diakui Kulin, dirinya cukup tertarik untuk mengembangkan budidaya pepaya karena hasilnya yang cukup menjanjikan.   ‘’Jika sudah berbuah dan menghasilkan, pepaya ini bisa menghasilkan panen setiap satu pekan,’’ katanya.
BACA JUGA:Komisi III Minta Polisi Tindak Tegas Penambangan Ilegal di Sultra
Dari kalkulasinya, tanaman pepaya di lahannya ini bisa menghasilkan sekitar 380 kg dalam satu pekan. “Saat ini harga jual pepaya di petani sekitar Rp4 ribu per kg. Artinya setiap seminggu bisa dapat hasil bersih panen terima sekitar Rp1,3 juta,” ungkapnya.
Bicara mengenai program GSMP,  Kulin  mengaku sangat mendukung program ini. Apalagi program tersebut mengubah pola pikir mayarakat untuk tidak selalu  memenuhi kebutuhan dengan cara membeli. Tetapi memproduksi tanaman sendiri dari lahan pekarangan. Langkah ini juga bisa memperbaiki ekonomi keluarga. ()   Berita ini sudah terbit di Harian Sumeks dengan judul Bakal Hasilkan 380 Kg per Pekan
Tags : #tanaman #pohon #petani #pepaya #batang
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini