Alpian: BBM Pengaruhi Harga Jual Komoditas

Selasa 06-09-2022,20:46 WIB
Reporter : Madhon
Editor : Rerry

PAGARALAM,PAGARALAMPOS.CO – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dari yang sebelumnya Rp7.650,- per liter, menjadi Rp10.000- per liter. Pertamax non subsidi dihargai Rp14.500,- per liter, naik Rp2.000,- dari tarif sebelumnya.

Serta Solar subsidi, dari Rp5.150,- per liter menjadi Rp 6.800,- per liter turut menjadi perhatian Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH.

Menurut orang nomor satu di Pagaralam ini bagi masyarakat Kota Pagaralam kanaikan BBM terang akan berdampak bagi perekonomian.

Apalagi, kata Kak Pian, perekonomian masyarakat Kota Pagaralam bertopang pada sektor pertanian, seperti Kopi, padi dan sayur mayur. 

BACA JUGA:Ongkos Travel Ikut Naik

“Ini saatnya masyarakat Pagaralam, untuk melihat secara jeli, karena jelas nantinya akan berdampak terhadap harga jual sejumlah komoditas, terutama kopi dan sayur mayur,” terang Kak Pian.

BACA JUGA:BLT Kompensasi BBM Masih dalam Pengkajian

Berdasarkan kondisi yag ada setiap harinya tidak sedikit hasil panen petani Pagaralam (sayur), sebut Kak Pian, yang berangkat keluar daerah, seperti Palembang, Lampung, serta daerah lain yang dikirim melalui jalur darat, baik menggunakan truk maupun pick up.

BACA JUGA:SPBU Batasi Pembelian BBM

“Dengan kenaikan harga BBM, pastinya akan ada kenaikan ongkos kirim keluar daerah juga nantinya, dan hendaknya harga komoditas yang ditanam pun juga ikut terdongkrak,” ucapnya.

BACA JUGA:Kakanwil Kemenkum HAM Kunjungi Lapas Pagaralam

Akan tetapi, sebaliknya, tidak dipungkiri kebutuhan petani pun seperti pestisida pupuk dan semacamnya juga akan turut naik harga, sehingga dikhawatirkan mengurangi produktivitas hasil panen. 

BACA JUGA:Restoran Padang Binaan BNI di Den Haag Diapresiasi DPR

“Nah, inilah yang saya maksudkan bahwa, kita harus jeli melihat kondisi ini, apalagi sekarang ini dalam mengelolah perkebunan petani sudah banyak yang menggunakan mesin terang saja ini membutuhkan BBM,” ujar Kak Pian.

Menyikapi kebijakan ini, Kak Pian lantas mengatakan, inilah pilihan yang harus diambil oleh pemerintah pusat, dengan menaikan harga BBM meskipun menuai pro dan kontra dari kalangan masyarakat.

Kategori :