Polemik Rendang Babi Berakhir, Sekarang Giliran Babi Makan Manusia

Selasa 28-06-2022,11:09 WIB
Reporter : Bodok
Editor : Bodok

Luka robekan itu ada di bagian paha, punggung, dan kaki masing-masing pasien. Korban Zulfatul Kharimah jari manis pada kaki kanan dimakan babi termasuk telunjuk tangan kanan juga dimakan babi.

Mengetahui hal ini pihak rumah sakit langsung mengkonsultasikan ke bagian Ortopedi untuk diambil tindak lanjutan dan dilakukan operasi.

“Proses operasinya sendiri memakan waktu 1 jam. Dokter terpaksa melakukan amputasi di jari kelingking kaki kanan dan telunjuk kanan. 

Sedangkan, untuk korban Juman juga dilakukan operasi. Bahkan lebih lama dari Zulfatul Kharimah. 

Sekitar 3 jam proses operasi dilakukan karena harus dipasang orif (kawat, red) pada bagian yang mengalami patah tulangnya.Korban harus pula dijahit karena mengalami luka robekan yang cukup dalam. 

Sebelumnya viralnya berita tentang babi terkait polemik makanan yang berbau-bau babi. Dari rendang babi, sampai nasi uduk babi di Aceh.

Lantaran persoalan babi inilah sejumlah tokoh agama mengeluarkan sindiran-sindiran tajam yang ternyata kian mempertajam polemik.

Ada yang menyebut rendang adalah makanan tradisional khas Padang, yang sangat identik dengan daging sapi bukan babi.

Lalu ada pula yang bertanya sejak kapan babi memiliki agama. Pokoknya, sajian babi merembet ke mana-mana. Wajar, karena Indonesia memiliki jumlah muslim terbesar di dunia. 

BACA JUGA:Presiden Jokowi Dorong Negara G7 Investasi Sektor Energi Bersih di Indonesia

Sehingga hal-hal sensitif yang menyentuh polemik haram dan halal memiliki pembaca tersendiri.

Maka wajar babi dewasa ini menjadi populer di jagat media sosial dan pemberitaan yang berkembang. Seakan-akan mengalahkan isu korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Agung sampai KPK.  (disway/min4)

artikel ini sudah tayang di disway.id dengan judul  Polemik Rendang Babi Berakhir, Sekarang Giliran Babi Makan Manusia

 
Tags : #hama babi #babi hutan serang tiga warga #babi
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini