Salju Abadi di Puncak Jaya Tinggal Sekitar 2 Persen, Terancam Hilang
Salju Abadi di Puncak Jaya Tinggal Sekitar 2 Persen, Terancam Hilang-pagaralampos-kolase
PAGARALAMPOS.COM - Lapisan salju abadi di Puncak Jaya, Papua Tengah, terus mengalami penyusutan dalam beberapa dekade terakhir.
Gletser tropis yang menjadi satu-satunya di Indonesia itu kini berada pada kondisi yang memprihatinkan akibat dampak perubahan iklim global yang semakin nyata.
Perkembangan terbaru mengenai kondisi gletser tersebut disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Hasil pemantauan menunjukkan luas es terus berkurang hingga mendekati titik akhir keberadaannya.
BACA JUGA:Rekomendasi 7 Destinasi Wisata di Tebo yang Cocok untuk Mengisi Waktu Libur Bersama Keluarga
Luas Gletser Menyusut Drastis
Data BMKG menunjukkan bahwa pada 1988 luas gletser di Puncak Jaya masih mencapai sekitar 4,3 kilometer persegi.
Namun, hingga September 2025 luasnya tinggal sekitar 0,09 kilometer persegi, atau hanya sekitar 2 persen dibandingkan luas awal yang tercatat pada akhir 1980-an.
Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan lapisan es abadi di Puncak Jaya berpotensi lenyap sepenuhnya pada akhir 2026 atau awal 2027 apabila tren pencairan terus berlanjut.
BACA JUGA:Liburan Impian ke Labuan Bajo 2026! 5 Destinasi Wisata Premium yang Sedang Sangat Naik Daun!
Selain luasnya yang terus menyusut, ketebalan es juga mengalami penurunan yang sangat signifikan.
Pada 2010 ketebalan gletser masih sekitar 32 meter, tetapi pada 2023 hanya tersisa sekitar 4 meter.
Pemantauan terbaru bahkan menunjukkan bahwa es di salah satu titik pengamatan telah mencair seluruhnya.
Sejak 2006, laju penipisan diperkirakan mencapai sekitar 2 hingga 2,5 meter setiap tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

