Kisah Suku Moni dan Suku Mee: Dari Permusuhan hingga Hidup Rukun Berdampingan
Kisah Suku Moni dan Suku Mee: Dari Permusuhan hingga Hidup Rukun Berdampingan-pagaralampos-kolase
PAGARALAM POS.COM - Kabupaten Paniai di Papua Tengah merupakan salah satu wilayah bersejarah di kawasan Meepago.
Seiring perkembangan pemerintahan, wilayah ini kemudian dimekarkan menjadi beberapa kabupaten, yakni Intan Jaya, Deiyai, dan Dogiyai.
Di Paniai sendiri hidup dua kelompok masyarakat adat terbesar, yaitu Suku Moni dan Suku Mee.
Walaupun memiliki bahasa, adat, dan tradisi yang berbeda, kedua suku tersebut telah menjalin hubungan yang erat dalam kehidupan sehari-hari.
Suku Moni diketahui berasal dari wilayah yang kini menjadi Kabupaten Intan Jaya.
Di Paniai, masyarakat Moni terdiri atas beberapa marga, di antaranya Zonggonau, Kobogau, Yatipai, dan Dimbau.
Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, sebagian leluhur Suku Moni berpindah ke Paniai akibat konflik antarmarga pada masa lampau.
Demi menjaga keselamatan keluarga dan kelangsungan keturunan, mereka meninggalkan kampung asal dan menetap di wilayah yang didominasi oleh Suku Mee.
Meskipun kemudian hidup berdampingan dengan masyarakat Mee, mereka tetap mempertahankan identitas marga serta berbagai tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya.
BACA JUGA:Jelajahi 8 Tempat Wisata Favorit di Pagar Alam yang Memesona
Dalam sejarah lisan masyarakat setempat, hubungan antara Suku Moni dan Suku Mee tidak selalu berjalan damai.
Pada masa lalu pernah terjadi perang antarsuku yang dipicu oleh perebutan wilayah dan kepentingan adat.
Konflik tersebut menyebabkan kerugian besar bagi kedua belah pihak, baik dari segi korban jiwa maupun kehidupan sosial masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

