Pemkot PGA

Mengungkap Misteri Penjualan Suzuki S-Presso yang Mengherankan: Meski Fitra Eri dan Om Mobi Menganggap S-Press

Mengungkap Misteri Penjualan Suzuki S-Presso yang Mengherankan: Meski Fitra Eri dan Om Mobi Menganggap S-Press

Mengungkap Misteri Penjualan Suzuki S-Presso yang Mengherankan: Meski Fitra Eri dan Om Mobi Menganggap S-Presso Adalah Kendaraan Paling Tidak Menarik-pagaralampos-kolase

PAGARALAM POS.COM - Ini benar-benar suatu teka-teki. Suzuki S-Presso, yang menurut Fitra Eri dan Om Mobi adalah mobil paling tidak menarik, tetap berhasil terjual dengan baik.

Seharusnya, hari itu menjadi waktu istirahat yang menenangkan bagi saya.
 
Semua pekerjaan rumah telah selesai sejak siang hari, anak-anak sedang bersenang-senang di rumah nenek mereka hingga besok, dan Mas Bojo pergi memancing tanpa batas waktu pulang.

Episode kedua dari serial dracin yang saya tonton belum berakhir saat tiba-tiba terdengar ketukan berulang di pintu depan.
 
Ternyata teman saya datang berkunjung di sore yang hujan itu.

“Saya tidak sependapat dengan tulisanmu kemarin,” katanya sambil memberikan seplastik jeruk mandarin dan duduk di ruang tamu. “Suzuki APV adalah mobil yang baik. ”

Sambil mengupas jeruk, saya mendengarkan keluhannya.
 
Ia menyatakan bahwa ada banyak hal menarik dari Suzuki APV, yang sebenarnya sudah saya ungkapkan.
 
Dia akan mendapatkan penjelasan lengkap jika mau menyelesaikan bacaan hingga selesai.

Selain itu, tambahnya, ada kendaraan Suzuki lain yang lebih pantas untuk saya kritik. Nama mobil itu adalah Suzuki S-Presso.

“Tetapi saya belum pernah naik Suzuki S-Presso,” balas saya. Saya tidak pernah membahas mobil yang belum sempat saya coba sebelumnya.

“Maka hari ini kamu harus mencobanya,” jawab teman saya. “Ayo ikut aku! ”

Dia menggandeng tangan saya dan melangkah keluar halaman. Kemudian, ia menyerahkan kunci Suzuki S-Presso kepada saya dan menunjuk mobil yang terparkir di depan halaman rumah tetangga.
 
BACA JUGA:Polytron 2026 Makin Serius! Motor Listrik Termurah Rp 11 Jutaan hingga Model Premium!

Fitur Minimalis dengan Kualitas Biasa Saja

Walaupun belum pernah mencoba Suzuki S-Presso, saya sudah cukup tahu tentang mobil tersebut.
 
Misalnya, banyaknya keluhan yang disampaikan oleh para pengulas otomotif ketika mobil ini pertama kali diluncurkan empat tahun lalu.

Om Mobi dan Bung Fitra Eri sepakat untuk menempatkan Suzuki S-Presso sebagai mobil paling tidak menarik pada acara GIIAS 2022.
 
Sementara Ridwan Hanif menganggap mobil ini memiliki desain roda yang aneh karena terlalu kecil.

Akun Hujat Otomotif beberapa kali mengecam mobil ini karena desainnya yang kental dengan nuansa India.
 
Di kolom komentar, banyak netizen berspekulasi bahwa desainer Suzuki S-Presso adalah seorang anak magang yang kebetulan diberikan tugas untuk mendesain mobil dengan Canva gratis.

Saya juga paham bahwa saya tidak bisa berharap lebih dari sisi kelengkapan fitur.
 
Suzuki S-Presso berwarna jingga milik teman saya ini adalah versi pra-facelift dari tahun 2022, dan mobil ini dilengkapi dengan fitur yang sama persis seperti yang telah dibahas oleh para pengulas mobil di YouTube.
BACA JUGA:Supra X 125 Bekas Masih Jadi Primadona, Motor Bandel yang Tak Lekang Waktu!

Kondisi Memprihatinkan dari Suzuki S-Presso

Contohnya, pada baris kedua Suzuki S-Presso.
 
Saya yakin desainer mobil ini memiliki kekesalan tertentu terhadap penumpangnya.
 
Kursinya keras, tipis, dan memiliki headrest yang ironisnya tidak mampu menyangga kepala dengan baik.

Jendela pada baris kedua penumpang pun tidak dilengkapi dengan power window.
 
Jika penumpang ingin membuka jendela, mereka harus memutar tuas seperti yang biasanya kita lakukan saat duduk di kursi penumpang depan angkot.

Belum lagi, mobil ini tidak memiliki lampu atap, sandaran tangan, dan fitur kenyamanan lainnya.
 
Semua ini menjadikan Suzuki S-Presso sebagai pilihan tepat bagi siapa saja yang ingin memberikan pengalaman tidak menyenangkan kepada teman yang pelik.
BACA JUGA:Irit, Bandel, dan Murah Perawatan! Suzuki Nex II 115cc Cocok Buat Harian Jangka Panjang!

Tidak ada kenyamanan yang ditawarkan oleh Suzuki S-Presso.
 
Duduk sebagai sopir juga tidak menjadi lebih baik. Kita tidak dapat menyesuaikan tinggi kursi dan kemudi pada Suzuki S-Presso.
 
Hal ini membuat pencarian posisi berkendara yang nyaman sama rumitnya dengan usaha menemukan pelatih yang cocok untuk king Emyu.
 
Saya membutuhkan beberapa menit untuk menemukan posisi yang enak saat menyetir.

Kualitas peredam suara di dalam kabin juga sedikit lebih rendah dibandingkan mobil LCGC.
 
Hujan yang sebenarnya hanya berupa gerimis lembut terdengar seolah badai, membuat saya curiga bahwa atapnya terbuat dari bahan galvalum.

Hampir semua keluhan tentang Suzuki S-Presso ingin saya sampaikan.
 
Namun, setelah mobil ini melaju menembus hujan, saya mulai memahami mengapa orang-orang memilih untuk membelinya.
 
Mudah dan terjangkau untuk pemula

Pada dasarnya, setiap produsen membuat kendaraan untuk memenuhi berbagai kebutuhan praktis yang berbeda.
 
Contohnya, Mitsubishi L300 tidak mungkin dibeli hanya untuk mengikuti sunmori di akhir pekan.
 
Begitu juga dengan keanehan orang yang membeli Mazda 3 untuk mengangkut sawit.

Hal serupa juga berlaku untuk Suzuki S-Presso. Ini bukanlah mobil bagi Anda yang ingin merasakan teknologi otomotif paling mutakhir.
 
Mobil ini juga bukan dibuat untuk memicu rasa iri dari tetangga atau kekaguman dari calon mertua.
 
Sebenarnya, Suzuki merancang S-Presso untuk mereka yang baru beralih dari sepeda motor dan membutuhkan kendaraan harian yang sederhana dan terjangkau.
BACA JUGA:New Mazda CX-60 Sport 2026 Resmi Hadir, SUV Mewah Rasa Sport yang Bikin Jatuh Hati!

Meski menjengkelkan, ia tetap memiliki kelebihan

Saat pertama kali memiliki mobil, saya masih menjalani pola pikir sebagai pengendara sepeda motor.
 
Saya berbelok tanpa memperhatikan arah, menyalip seolah jalan raya adalah milik saya, dan parkir di bahu jalan tanpa memikirkan kendaraan besar yang lewat.

Dulu, saya juga sering mengeluhkan efisiensi bahan bakar mobil saya yang tidak pernah bisa seirit Suzuki Smash.
 
Ketika saatnya servis dan bayar pajak tahunan tiba, saya nyaris menangis melihat biayanya yang jauh lebih tinggi dibandingkan biaya normal sepeda motor saya.

Banyak pemilik mobil baru mengalami kejutan budaya seperti ini, dan suzuki S-Presso berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.

Walaupun tampilannya sangat cocok untuk memes, Suzuki S-Presso punya keunggulan desain yang tidak dimiliki oleh LCGC saat ini: kecil.
 
Platform kei car yang menjadi dasarnya menjadikan Suzuki S-Presso lebih kecil dibandingkan Brio atau Agya yang ukurannya semakin membesar.

Keunggulan desain ini membuat pengemudi baru yang masih terbiasa mengemudikan Honda Beat merasa lebih percaya diri.
 
Di jalanan Cepu yang sempit, saya bisa menyalip tukang becak tanpa ragu dan berbelok ke gang sempit tanpa perlu mempersiapkan arah terlebih dahulu.
BACA JUGA: Suzuki Carry Minivan Menyediakan Biaya Operasional yang Ekonomis bagi Para Pengusaha

Suzuki S-Presso berusaha mengurangi kekhawatiran

Konsumsi bahan bakarnya pun bersahabat untuk pemula.
 
Di kawasan perkotaan, Suzuki S-Presso dapat menempuh jarak sekitar 17 kilometer hanya dengan satu liter bensin.
 
Itu seirit motor RX-King modifikasi untuk balap liar.

Mesinnya yang terdiri dari 3 silinder dengan kapasitas satu liter, bukanlah tipe mesin yang bisa memberikan sensasi menyenangkan saat akselerasi.
 
Namun, karena ukurannya yang kecil, pajak tahunan menjadi lebih terjangkau.
 
Dan yang perlu diingat, ini adalah mesin dari Suzuki, produsen yang dikenal dapat menghasilkan mesin yang sangat tahan lama hingga menyebabkan beberapa bengkel resmi kolaps.

Pengemudi mobil pemula yang belum berpengalaman juga tidak perlu khawatir.
 
Anda dapat menyenggol portal gang sampai rusak tanpa perlu khawatir fog lamp yang pecah karena, ya,
 
Suzuki S-Presso tidak dilengkapi dengan fog lamp.

Semua lampunya yang masih menggunakan bohlam memang kurang estetik, tetapi harganya terjangkau.
 
Jika ada bohlam yang putus, Anda bisa membeli bohlam penggantinya tanpa harus membeli satu set dengan rumah lampunya seperti pada mobil dengan lampu LED modern.
BACA JUGA:Samsung Galaxy S26 Ultra: Kamera yang Lebih Cerah 47%

Mobil untuk pemula, jangan berharap lebih

Tidak adanya fitur keselamatan aktif juga menunjukkan bahwa Suzuki S-Presso memang ditujukan untuk pemula.
 
Dengan mobil ini, suka atau tidak, Anda diharuskan untuk meningkatkan keterampilan berkendara Anda.
 
Tidak ada fitur yang bisa membantu Anda menjaga mobil tetap di jalur yang aman, memonitor area buta, atau memberikan petunjuk saat parkir.
 
Hal ini membuat Anda harus menguasai keterampilan dasar dalam mengemudi, karena kurangnya dukungan dari fitur keselamatan aktif dapat mengakibatkan masalah jika Anda belum cukup mahir dalam mengemudikan kendaraan.

Meskipun demikian, komputer dan sensor dalam sebuah mobil hanya berfungsi sebagai alat bantu keamanan.
 
Mereka dapat memperbaiki kesalahan kecil yang mungkin Anda buat, tetapi tidak bisa menggantikan ketidakmampuan.
 
Pada akhirnya, kemampuan mengemudi adalah yang paling menentukan keselamatan seorang pengemudi.
BACA JUGA:Minimal Jarak Tempuh 100 Km dan Nyaman, Berikut 7 Sepeda Motor Listrik yang Paling Sesuai untuk Mudik di 2026

Tidak ada masalah dengan Suzuki S-Presso selama Anda tidak membandingkannya dengan kendaraan lain.

Kami sampai di rumah sekitar pukul tujuh malam. Sebelum pergi, teman saya menanyakan apakah ada hal yang mengganggu saya tentang Suzuki S-Presso yang dimilikinya.

Saya mengangkat bahu dan menjawab bahwa Suzuki S-Presso itu mirip seperti drama: meski banyak yang mengkritik kualitasnya, tetap saja menjadi sesuatu yang menghibur bagi sebagian orang.

Masalah baru muncul ketika kita mulai membandingkannya. Dan dengan segala kesulitan yang dihadapi saat ini, tampaknya kita tidak memerlukan tambahan masalah lagi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait