Mengungkap Misteri Penjualan Suzuki S-Presso yang Mengherankan: Meski Fitra Eri dan Om Mobi Menganggap S-Press
Mengungkap Misteri Penjualan Suzuki S-Presso yang Mengherankan: Meski Fitra Eri dan Om Mobi Menganggap S-Presso Adalah Kendaraan Paling Tidak Menarik-pagaralampos-kolase
Seharusnya, hari itu menjadi waktu istirahat yang menenangkan bagi saya.
Episode kedua dari serial dracin yang saya tonton belum berakhir saat tiba-tiba terdengar ketukan berulang di pintu depan.
“Saya tidak sependapat dengan tulisanmu kemarin,” katanya sambil memberikan seplastik jeruk mandarin dan duduk di ruang tamu. “Suzuki APV adalah mobil yang baik. ”
Sambil mengupas jeruk, saya mendengarkan keluhannya.
Selain itu, tambahnya, ada kendaraan Suzuki lain yang lebih pantas untuk saya kritik. Nama mobil itu adalah Suzuki S-Presso.
“Tetapi saya belum pernah naik Suzuki S-Presso,” balas saya. Saya tidak pernah membahas mobil yang belum sempat saya coba sebelumnya.
“Maka hari ini kamu harus mencobanya,” jawab teman saya. “Ayo ikut aku! ”
Dia menggandeng tangan saya dan melangkah keluar halaman. Kemudian, ia menyerahkan kunci Suzuki S-Presso kepada saya dan menunjuk mobil yang terparkir di depan halaman rumah tetangga.
Fitur Minimalis dengan Kualitas Biasa Saja
Walaupun belum pernah mencoba Suzuki S-Presso, saya sudah cukup tahu tentang mobil tersebut.
Om Mobi dan Bung Fitra Eri sepakat untuk menempatkan Suzuki S-Presso sebagai mobil paling tidak menarik pada acara GIIAS 2022.
Akun Hujat Otomotif beberapa kali mengecam mobil ini karena desainnya yang kental dengan nuansa India.
Saya juga paham bahwa saya tidak bisa berharap lebih dari sisi kelengkapan fitur.
Kondisi Memprihatinkan dari Suzuki S-Presso
Contohnya, pada baris kedua Suzuki S-Presso.
Jendela pada baris kedua penumpang pun tidak dilengkapi dengan power window.
Belum lagi, mobil ini tidak memiliki lampu atap, sandaran tangan, dan fitur kenyamanan lainnya.
Tidak ada kenyamanan yang ditawarkan oleh Suzuki S-Presso.
Kualitas peredam suara di dalam kabin juga sedikit lebih rendah dibandingkan mobil LCGC.
Hampir semua keluhan tentang Suzuki S-Presso ingin saya sampaikan.
Pada dasarnya, setiap produsen membuat kendaraan untuk memenuhi berbagai kebutuhan praktis yang berbeda.
Hal serupa juga berlaku untuk Suzuki S-Presso. Ini bukanlah mobil bagi Anda yang ingin merasakan teknologi otomotif paling mutakhir.
Meski menjengkelkan, ia tetap memiliki kelebihan
Saat pertama kali memiliki mobil, saya masih menjalani pola pikir sebagai pengendara sepeda motor.
Dulu, saya juga sering mengeluhkan efisiensi bahan bakar mobil saya yang tidak pernah bisa seirit Suzuki Smash.
Banyak pemilik mobil baru mengalami kejutan budaya seperti ini, dan suzuki S-Presso berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.
Walaupun tampilannya sangat cocok untuk memes, Suzuki S-Presso punya keunggulan desain yang tidak dimiliki oleh LCGC saat ini: kecil.
Keunggulan desain ini membuat pengemudi baru yang masih terbiasa mengemudikan Honda Beat merasa lebih percaya diri.
Suzuki S-Presso berusaha mengurangi kekhawatiran
Konsumsi bahan bakarnya pun bersahabat untuk pemula.
Mesinnya yang terdiri dari 3 silinder dengan kapasitas satu liter, bukanlah tipe mesin yang bisa memberikan sensasi menyenangkan saat akselerasi.
Pengemudi mobil pemula yang belum berpengalaman juga tidak perlu khawatir.
Semua lampunya yang masih menggunakan bohlam memang kurang estetik, tetapi harganya terjangkau.
Mobil untuk pemula, jangan berharap lebih
Tidak adanya fitur keselamatan aktif juga menunjukkan bahwa Suzuki S-Presso memang ditujukan untuk pemula.
Meskipun demikian, komputer dan sensor dalam sebuah mobil hanya berfungsi sebagai alat bantu keamanan.
Tidak ada masalah dengan Suzuki S-Presso selama Anda tidak membandingkannya dengan kendaraan lain.
Kami sampai di rumah sekitar pukul tujuh malam. Sebelum pergi, teman saya menanyakan apakah ada hal yang mengganggu saya tentang Suzuki S-Presso yang dimilikinya.
Saya mengangkat bahu dan menjawab bahwa Suzuki S-Presso itu mirip seperti drama: meski banyak yang mengkritik kualitasnya, tetap saja menjadi sesuatu yang menghibur bagi sebagian orang.
Masalah baru muncul ketika kita mulai membandingkannya. Dan dengan segala kesulitan yang dihadapi saat ini, tampaknya kita tidak memerlukan tambahan masalah lagi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
