Pemkot PGA

Bulog Sumsel Babel Bidik 172 Ribu Ton Beras di 2026

Bulog Sumsel Babel Bidik 172 Ribu Ton Beras di 2026

Foto : Petani menanam padi.-ilustrasi-ist

PAGARALAMPOS.COM – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) dengan menetapkan target penyerapan beras sebesar 172.682 ton pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Kenaikan target tersebut setara dengan lonjakan sebesar 29,4 persen dari realisasi penyerapan tahun 2025 yang tercatat mencapai 141.465 ton setara beras. Capaian tersebut bahkan melampaui target awal hingga 106 persen.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mersy Windrayani, menyampaikan bahwa capaian positif pada tahun lalu menjadi modal penting untuk meningkatkan optimisme dalam pengadaan beras tahun ini.

Menurutnya, keberhasilan penyerapan tidak terlepas dari sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga peran aktif para petani di sentra produksi padi.

BACA JUGA:Terima Kunker BULOG Sumsel-Babel, Wawako Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

BACA JUGA:Polres Pagar Alam Salurkan Beras GPM kepada 2.367 KK

“Tahun lalu penyerapan berhasil melampaui target dengan total 141.465 ton setara beras,” ujar Mersy dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Memasuki awal tahun 2026, Bulog Sumsel Babel telah mulai melakukan penyerapan gabah dari panen awal. Hingga 24 Januari 2026, realisasi sementara tercatat sebanyak 4.174 ton gabah yang berasal dari Kabupaten Banyuasin.

Mersy memastikan proses pengadaan dilakukan sesuai dengan ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah guna melindungi kesejahteraan petani. Saat ini, Bulog membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram.

“Hingga saat ini Bulog tetap konsisten melakukan pembelian sesuai harga ketentuan pemerintah,” jelasnya.

BACA JUGA:Salurkan 7.95 Ton Beras SPHP, Polres Pagar Alam Diapresiasi Masyarakat

BACA JUGA:Beras Shirataki Untuk Diabetes, Yuk Ketahui Manfaat dan Cara Mengonsumsinya Disini

Meski menerapkan skema penyerapan any quality, Bulog Sumsel Babel tetap mengedepankan edukasi kepada petani terkait waktu panen yang tepat agar kualitas gabah tetap terjaga.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan beras yang masuk ke gudang Bulog memenuhi standar Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan siap disalurkan kepada masyarakat saat dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: