Kasus DBD di Sumsel Capai Ribuan, Angka Kematian 0,54 Persen
Foto : Kasus DBD. -ilustrasi-net
PAGARALAMPOS.COM - Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Sumatra Selatan. Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel mencatat sebanyak 4.130 warga terjangkit DBD yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.
Dari total kasus tersebut, angka kematian akibat DBD tercatat sebesar 0,54 persen. Meski relatif rendah, Dinkes Sumsel menilai angka ini tetap perlu diwaspadai mengingat potensi lonjakan kasus yang kerap terjadi saat musim penghujan.
Kota Palembang menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak, yakni 934 pasien. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Muara Enim dengan 526 kasus, disusul Kabupaten OKU Timur sebanyak 406 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah kasus tidak selalu berbanding lurus dengan angka kematian. Beberapa daerah dengan kasus lebih sedikit justru memiliki tingkat fatalitas lebih tinggi.
BACA JUGA:Potensi Penularan DBD di Palembang Tinggi, Dinkes Sumsel Siapkan 5.000 Dosis Vaksin Gratis
BACA JUGA:Mewaspadai Wabah DBD: Gejala, Pencegahan, dan Cara Menanggulangi Demam Berdarah
“Secara akumulatif, kasus DBD di Sumsel sepanjang 2025 mencapai 4.130. Namun jika dilihat dari persentase kematian, Musi Rawas Utara mencatat CFR tertinggi sebesar 2,86 persen,” ujar Ira, Selasa (13/1/2026).
Selain Muratara, Kabupaten OKU Selatan juga mencatat angka kematian cukup tinggi yakni 1,72 persen, sementara Kabupaten PALI berada di angka 1,32 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan penanganan kasus di daerah-daerah tersebut.
Ira menjelaskan, fluktuasi kasus DBD sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca. Puncak penularan terjadi pada Januari 2025, dengan temuan mencapai 640 kasus seiring meningkatnya curah hujan dan genangan air.
Jumlah kasus sempat menurun di pertengahan tahun, namun kembali mengalami peningkatan pada November 2025 dengan total 413 kasus. Menurutnya, tren ini perlu diantisipasi sejak dini agar tidak terjadi lonjakan yang lebih besar.
“Kami terus mengingatkan bahwa saat musim hujan, risiko penularan meningkat, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk yang tinggi,” katanya.
BACA JUGA: 7 Gejala DBD dan Cara Mencegahnya Yang Harus Diketahui!
BACA JUGA:Fogging Serentak, Cegah DBD di Lubuk Buntak
Di sisi lain, beberapa daerah berhasil mencatatkan nol kematian akibat DBD, di antaranya Kabupaten OKU, OKI, dan Musi Banyuasin. Keberhasilan ini dinilai sebagai hasil dari deteksi dini dan penanganan cepat di fasilitas kesehatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
