Menelusuri Sejarah Gunung Bawakaraeng: Antara Keagungan Alam dan Jejak Spiritualitas!
Menelusuri Sejarah Gunung Bawakaraeng: Antara Keagungan Alam dan Jejak Spiritualitas!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Gunung Bawakaraeng, yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, merupakan salah satu Gunung yang paling terkenal di kawasan timur Indonesia.
Dengan ketinggian mencapai sekitar 2.830 meter di atas permukaan laut, gunung ini tidak hanya dikenal sebagai tujuan pendakian favorit.
Yetapi juga sebagai situs spiritual yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya lokal.
Nama “Bawakaraeng” sendiri berasal dari bahasa Makassar, yang berarti “Mulut Tuhan”, menandakan posisi sakralnya dalam kepercayaan masyarakat setempat.
BACA JUGA:Duka di Balik Monumen Kresek: Mengingat Kengerian Pemberontakan PKI di Madiun
Warisan Leluhur dan Kepercayaan Lokal
Sejak zaman dahulu, puncaknya dianggap sebagai tempat bersemayamnya roh-roh leluhur dan pusat kekuatan spiritual.
Keyakinan ini berkembang dari pemahaman kosmologi lokal yang memandang gunung sebagai penghubung antara dunia manusia dan alam gaib.
Setiap tahun, ribuan orang melakukan ritual keagamaan ke puncak Bawakaraeng dalam sebuah prosesi yang disebut haji Bawakaraeng.
BACA JUGA:Sejarah dan Misteri Gunung Raung: Menelusuri Jejak Alam dan Kisah Gaib di Timur Jawa!
Ritual ini adalah bentuk penziarahan simbolik yang meniru ibadah haji di Tanah Suci Mekkah, dilakukan oleh sebagian masyarakat yang tidak memiliki kesempatan untuk pergi ke Arab Saudi.
Mereka mendaki gunung ini sambil mengenakan pakaian ihram, membawa air zamzam, dan menyembelih hewan kurban.
Meskipun ritual ini menuai kontroversi, tradisi tersebut tetap berlangsung hingga kini sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat.
Jejak Sejarah dan Kolonialisme
Gunung Bawakaraeng tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga memiliki tempat dalam sejarah perjuangan rakyat Sulawesi Selatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
