Kerontokan Akibat Menopause Tantangan yang Kerap Dianggap Normal Padahal Bisa Diatasi
Kerontokan Akibat Menopause Tantangan yang Kerap Dianggap Normal Padahal Bisa Diatasi--
PAGARALAMPOS.COM - Menopause adalah fase alamiah dalam kehidupan seorang perempuan, namun dampaknya tidak bisa dianggap sepele.
Salah satu efek yang sering muncul adalah kerontokan rambut, yang kerap dipandang wajar dan dibiarkan begitu saja.
Padahal, kerontokan akibat menopause bukan sekadar gejala hormonal biasa, melainkan sinyal bahwa tubuh sedang beradaptasi secara ekstrem.
Rambut rontok dalam jumlah banyak bisa mempengaruhi kepercayaan diri dan kualitas hidup perempuan yang mengalaminya.
BACA JUGA:Anemia dan Rambut Rontok Ketika Kekurangan Zat Besi Terlihat dari Kepala Anda
Hormon estrogen memiliki peran penting dalam menjaga siklus pertumbuhan rambut tetap stabil.
Saat menopause datang, kadar hormon ini menurun drastis, menyebabkan folikel rambut menjadi lemah dan mudah rontok.
Banyak perempuan merasa tak berdaya menghadapi kondisi ini karena berpikir bahwa ini adalah bagian alami dari penuaan.
Padahal, dengan pemahaman dan penanganan yang tepat, masalah ini bisa ditekan bahkan dicegah.

Kerontokan Akibat Menopause Tantangan yang Kerap Dianggap Normal Padahal Bisa Diatasi--
Perubahan gaya hidup dan perawatan medis bisa sangat membantu menjaga kesehatan rambut.
Sering kali kerontokan rambut saat menopause dianggap hanya sebagai “fase yang harus dilalui.” Akibatnya, banyak perempuan yang memilih diam dan tidak mencari solusi.
Ini menjadi masalah tersendiri karena membiarkan kerontokan berlangsung lama bisa menyebabkan rambut menipis secara permanen.
Padahal, konsultasi dengan dokter atau dermatolog bisa membuka jalan pada berbagai opsi pengobatan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
