Menelusuri Sejarah Museum Sumpah Pemuda: Jejak Perjuangan Persatuan Bangsa!
Menelusuri Sejarah Museum Sumpah Pemuda: Jejak Perjuangan Persatuan Bangsa!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Museum Sumpah Pemuda merupakan salah satu monumen sejarah yang menyimpan kenangan penting perjuangan pemuda Indonesia dalam merintis jalan kemerdekaan.
Terletak di Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, museum ini dulunya adalah sebuah rumah kos yang menjadi saksi bisu dari peristiwa monumental Kongres Pemuda II tahun 1928.
Di tempat inilah, semangat kebangsaan Indonesia mulai dirumuskan dalam bentuk ikrar bersama yang kini dikenal sebagai Sumpah Pemuda.
Asal Usul dan Fungsi Bangunan
BACA JUGA:Begini Mitos Aji Saka Sang Pencipta Kerajaan Medang Kamulan Penakluk Dewata Cengkar
Bangunan Museum Sumpah Pemuda berdiri pada akhir abad ke-19.
Pada awalnya, rumah ini merupakan tempat tinggal milik Sie Kong Lian, seorang keturunan Tionghoa yang menyewakan beberapa kamar untuk para pelajar.
Seiring waktu, rumah kos ini menjadi tempat berkumpulnya para pelajar dan pemuda dari berbagai daerah di Nusantara.
Terutama mereka yang tergabung dalam organisasi-organisasi kepemudaan seperti Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Celebes, Jong Batak, dan lain sebagainya.
Fungsi rumah ini pun berkembang menjadi pusat diskusi, tukar pikiran, hingga tempat untuk merencanakan berbagai kegiatan pergerakan nasional.
Kehadiran para pemuda dari berbagai latar belakang daerah ini menciptakan atmosfer yang mendorong kesadaran akan pentingnya persatuan bangsa.
Kongres Pemuda II dan Lahirnya Sumpah Pemuda
BACA JUGA:Sejarah Suku Asmat: Jejak Budaya dari Tanah Papua!
Puncak dari aktivitas pemuda di rumah kos Kramat 106 terjadi pada 27–28 Oktober 1928, ketika Kongres Pemuda II diselenggarakan di beberapa lokasi, dan salah satu sesi pentingnya berlangsung di rumah ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
