Menelusuri Sejarah Museum Affandi: Jejak Sang Maestro di Tepian Kali Gajah Wong!
Menelusuri Sejarah Museum Affandi: Jejak Sang Maestro di Tepian Kali Gajah Wong!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Di tepian Sungai Gajah Wong, Yogyakarta, berdiri sebuah bangunan unik yang mencuri perhatian setiap mata yang melintasinya.
Tak hanya menyimpan ratusan karya lukis, museum ini juga merekam kisah hidup, pergulatan, dan pencapaian seorang seniman besar yang telah mengharumkan nama Indonesia di panggung seni rupa dunia.
Awal Mula: Dari Studio Pribadi Menjadi Museum
Gagasan pendirian Museum Affandi muncul dari keinginan sang pelukis sendiri. Affandi menyadari pentingnya pelestarian karya seni sebagai bagian dari sejarah dan edukasi.
BACA JUGA:Uhang Pandak. Sosok Legendaris yang Jadi Bagian dari Budaya Lokal Masyarakat Jambi di Gunung Kerinci
Pada tahun 1962, ia mulai membangun sebuah galeri pribadi di lahan yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, yang saat itu masih berupa tanah kosong di pinggir sungai.
Affandi merancang bangunan dengan bentuk yang sangat khas—atapnya menyerupai pelepah pisang, melambangkan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam.
Bentuk ini menjadi ciri khas arsitektur museum hingga kini. Meski pada awalnya hanya digunakan sebagai tempat tinggal dan studio pribadi.
lama kelamaan koleksi lukisan yang terus bertambah membuat Affandi merasa perlu membukanya untuk publik.
BACA JUGA:Bongkahan Terbesar Emas Dunia yang Pernah Tercatat Dalam Sejarah Dunia. Ada di Indonesia?
Maka, pada tahun 1974, Museum Affandi resmi dibuka, sebagai bentuk persembahan sang maestro untuk bangsa dan generasi mendatang.
Tokoh di Balik Nama Besar
Affandi dilahirkan di Cirebon pada tahun 1907. Meski tak menempuh pendidikan formal seni rupa, bakat dan insting melukisnya berkembang secara otodidak.
Karyanya tidak hanya dipamerkan di Indonesia, tetapi juga telah berkeliling dunia, termasuk di negara-negara seperti India, Inggris, Amerika Serikat, dan Italia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
