Pemkot PGA

Sejarah Monumen Kebulatan Tekad: Simbol Perlawanan Rakyat Ambarawa Menolak Penjajahan Kembali!

Sejarah Monumen Kebulatan Tekad: Simbol Perlawanan Rakyat Ambarawa Menolak Penjajahan Kembali!

Sejarah Monumen Kebulatan Tekad: Simbol Perlawanan Rakyat Ambarawa Menolak Penjajahan Kembali!-net:foto-

PAGARALAMPOS.COM - Monumen Kebulatan Tekad merupakan salah satu simbol penting perjuangan bangsa Indonesia yang terletak di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Monumen ini bukan hanya menjadi objek wisata sejarah, tetapi juga pengingat kuat terhadap semangat juang rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajahan kembali oleh Belanda.

Latar Belakang Sejarah

Untuk memahami makna mendalam dari Monumen Kebulatan Tekad, kita perlu menelusuri kembali peristiwa sejarah yang melatarbelakanginya.

BACA JUGA:Perang Dunia II Saat Ambisi Kekuasaan Menjerumuskan Dunia ke Jurang Kematian

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda yang sebelumnya menyerah kepada Jepang pada masa Perang Dunia II, berusaha kembali menguasai wilayah Indonesia.

Mereka datang bersama pasukan Sekutu, dengan dalih melucuti tentara Jepang dan memulangkan tawanan perang, namun niat tersembunyinya adalah mengembalikan pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Kedatangan tentara Sekutu dan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, memicu perlawanan dari rakyat yang telah merasakan kemerdekaan.

Di Ambarawa, situasi memanas ketika tentara Sekutu mulai membebaskan dan mempersenjatai kembali tentara Belanda yang sebelumnya ditawan oleh Jepang.

Hal ini tentu menimbulkan keresahan dan amarah rakyat.

BACA JUGA:Awal Abad 20 Dihantam Neraka Perang Dunia I Jadi Luka Dunia yang Menganga

Pertemuan Bersejarah di Jl. Pemuda, Magelang

Pada 26 Oktober 1945, sebuah peristiwa penting terjadi di Kota Magelang yang kemudian menjadi tonggak berdirinya Monumen Kebulatan Tekad.

Pertemuan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama, pemuda, pejuang kemerdekaan, dan warga sipil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait