Pemkot PGA

Pangeran Antasari Simbol Perlawanan yang Nyaris Dihapus dari Sejarah

Pangeran Antasari Simbol Perlawanan yang Nyaris Dihapus dari Sejarah

--

PAGARALAMPOS.COM - Dalam sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajahan, nama Pangeran Antasari menempati tempat terhormat sebagai tokoh karismatik dari Kalimantan Selatan yang menyalakan semangat perlawanan rakyat terhadap kolonialisme Belanda. 

Ia bukan hanya seorang pemimpin perang, tetapi juga simbol keteguhan hati dan keberanian dalam mempertahankan harga diri bangsa. 

Kisahnya adalah potret nyata dari perlawanan yang lahir dari jiwa yang tidak rela tanah airnya diinjak oleh kekuasaan asing.

Pangeran Antasari lahir sekitar tahun 1797 di Kesultanan Banjar, dari garis keturunan bangsawan yang memiliki hubungan erat dengan keluarga kerajaan. 

BACA JUGA:Bukan Hanya di Amerika Ini Sejarah Perbudakan yang Mengejutkan Dunia

Namun, alih-alih tumbuh sebagai pangeran yang menikmati kemewahan istana, Antasari justru menempuh jalan yang penuh tantangan.

Ia menyaksikan langsung bagaimana pengaruh Belanda mulai merasuki urusan kerajaan, mengadu domba, dan mengambil alih kendali atas kekayaan dan kedaulatan lokal.

Puncak dari ketegangan antara rakyat Banjar dan pemerintah kolonial terjadi pada pertengahan abad ke-19, ketika Belanda secara terang-terangan mengangkat Sultan Tamjidillah II sebagai penguasa Banjar yang pro-kolonial, meski rakyat lebih mendukung Hidayatullah, putra dari Sultan sebelumnya. 

Keputusan ini memicu kemarahan banyak pihak, termasuk Antasari, yang melihatnya sebagai bentuk nyata penghinaan terhadap kedaulatan lokal.

BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Prasasti Tukmas: Jejak Hindu Kuno di Lereng Merapi!

Tahun 1859 menjadi titik balik yang menentukan. 

Pangeran Antasari mengangkat senjata dan memimpin perlawanan berskala besar melawan kekuatan Belanda. 

Dengan dukungan rakyat, tokoh adat, dan para ulama, ia membentuk pasukan gerilya yang mengandalkan medan hutan dan sungai khas Kalimantan

Strategi perang rakyat yang ia terapkan membuat Belanda kewalahan, meskipun secara persenjataan jauh lebih unggul.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait