Sejarah Air Terjun Sekumpul: Pesona Alam dan Legenda di Bumi Bali Utara!
Sejarah Air Terjun Sekumpul: Pesona Alam dan Legenda di Bumi Bali Utara!-net:foto-
PAGARALAMPOS.COM - Bali selama ini dikenal dengan pantainya yang eksotis, namun siapa sangka, di balik perbukitannya yang hijau tersimpan juga keindahan lain yang tak kalah memukau: Air Terjun Sekumpul.
Berlokasi di Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali Utara, air terjun ini sering dijuluki sebagai salah satu yang tercantik di Pulau Dewata.
Namun, di balik pesona airnya yang jatuh bertingkat-tingkat, tersimpan pula cerita sejarah dan makna budaya yang kaya.Nama "Sekumpul" sendiri diambil dari kata dalam bahasa Bali yang berarti "kumpulan" atau "berkumpul".
Nama ini sangat menggambarkan karakteristik air terjun tersebut, karena di satu lokasi ini terdapat tujuh aliran air terjun berbeda yang mengalir berdampingan, masing-masing berasal dari sumber yang berbeda.
BACA JUGA:Jembatan Merah, Saksi Bisu Pertempuran Dahsyat yang Mengubah Sejarah Surabaya
Tiga di antaranya bisa diakses dengan mudah oleh pengunjung, sementara empat sisanya tersembunyi di balik hutan dan tebing curam.
Menurut cerita masyarakat setempat, kawasan Sekumpul dulunya adalah bagian dari hutan lebat yang dianggap suci. Orang-orang zaman dahulu percaya bahwa kawasan ini dijaga oleh roh-roh alam.
Itulah sebabnya, tidak banyak yang berani memasuki kawasan ini tanpa izin atau ritual tertentu. Hanya orang-orang tertentu seperti petani, pemburu, atau pemuka adat yang bisa melintasi hutan itu untuk mengambil air atau hasil hutan.
Seiring berkembangnya zaman, sekitar tahun 1980-an, warga mulai membuka jalur-jalur setapak untuk memudahkan akses ke lahan pertanian di sekitar kawasan air terjun.
Saat itu, Air Terjun Sekumpul mulai dikenal di kalangan penduduk lokal sebagai tempat yang sangat indah, namun tetap dijaga kesakralannya.
Bahkan hingga hari ini, beberapa upacara adat seperti "melasti" (pembersihan diri secara spiritual) masih dilakukan di beberapa sumber air di sekitar Sekumpul.
Masuknya pariwisata ke Bali di tahun 1990-an perlahan mengubah wajah kawasan ini. Banyak petualang dan fotografer yang mencari lokasi-lokasi tersembunyi, dan Sekumpul menjadi salah satu destinasi yang mulai dikenal melalui jalur "mulut ke mulut".
Tanpa banyak promosi resmi, air terjun ini menjadi semacam "rahasia kecil" bagi para pencinta alam yang ingin melihat sisi Bali yang lebih alami dan belum tersentuh modernisasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
