Sejarah Kepercayaan Marapu dan Adat Istiadat Suku Manggarai: Hubungan Spiritual dengan Alam dan Leluhur!
Sejarah Kepercayaan Marapu dan Adat Istiadat Suku Manggarai: Hubungan Spiritual dengan Alam dan Leluhur!-net: foto-
PAGARALAMPOS.COM - Suku Manggarai merupakan salah satu Suku terbesar yang mendiami wilayah barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Mereka mempunyai sejarah panjang sistem sosial yang kuat hingga budaya yang kaya dan terus dipertahankan hingga saat ini.
Dalam artikel ini, kita akan menelusuri sejarah Suku Manggarai, adat istiadat, sistem kepercayaan, serta kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya.
Sejarah Suku Manggarai
BACA JUGA:Jejak Sejarah Suku Mandar: Menelusuri Jejak Sejarah, Tradisi, dan Filosofi Hidup!
Suku Manggarai diyakini telah bermukim di wilayah Flores Barat sejak berabad-abad lalu.
Hubungan ini membawa banyak perubahan dalam struktur pemerintahan dan sosial masyarakat Manggarai, termasuk sistem kepemimpinan adat yang disebut kedaluan.
Pada abad ke-20, Manggarai mengalami perubahan besar setelah masuknya kolonialisme Belanda yang mengakhiri pengaruh Kesultanan Gowa dan menerapkan sistem pemerintahan baru.
Struktur Sosial dan Sistem Kepemimpinan
BACA JUGA:Menelusuri Sejarah Suku Tidung: Dari Kerajaan Maritim hingga Warisan Budaya di Kalimantan Utara!
Masyarakat Manggarai memiliki sistem sosial yang tertata rapi. Struktur kepemimpinan tradisional mereka dikenal dengan sistem kedaluan, yaitu sistem pemerintahan adat yang dipimpin oleh seorang dalu atau kepala suku.
Selain itu, masyarakat Manggarai juga mengenal sistem wa'u atau klan, yang merupakan unit sosial yang lebih kecil dalam kehidupan mereka. Setiap klan memiliki kewajiban untuk menjaga tradisi dan warisan leluhur.
Sistem Kepercayaan dan Adat Istiadat
Sebelum pengaruh agama-agama besar ialah Katolik dan Islam masuk ke wilayah Manggarai warganya menganut kepercayaan animisme yang disebut adat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
