Sejarah Rumah Apung Tradisional: Semakin Langka Seiring Perkembangan Zaman, Apakah akan Terancam Punah!
Sejarah Rumah Apung Tradisional: Semakin Langka Seiring Perkembangan Zaman, Apakah akan Terancam Punah!-foto: net-
PAGARALAMPOS.COM - Tempat tinggal apung ialah salah satu tempat tinggal tradisional yg banyak ditemui pada Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Mengapa dianggap tempat tinggal apung?
Rumah ini dibangun dengan konsep mengapung pada tepi sungai dan diperuntukkan bagi para pedagang yg berjualan pada sungai, terutama nelayan.
Sebagian akbar mata pencaharian penduduk yg tinggal pada sekitar tepian sungai artinya nelayan. Fungsi rumah apung buat memudahkan para nelayan supaya lebih mengefisiensi saat buat menjala ikan.
Perlu diketahui, rumah tadi ialah salah satu dari 12 keseluruhan rumah adat yang ada di Banjarmasin.
Indera transportasi spesial Banjar pada lebih kurang pemukiman rumah ini adalah perahu yg memakai dayung sebagai indera kayuhnya, yang disebut Jukung.
Buat tahu lebih pada mengenai tempat tinggal apung, simak di bawah ini penerangan selengkapnya!
Sejarah Berdirinya tempat tinggal Apung
Tak hanya ada pada wilayah Kalimantan Selatan, tempat tinggal yg dikenal menggunakan ‘rumah lanting atau rumah rakit’ ini juga ada di wilayah Sumatera Selatan.
Hal ini dikarenakan ada pondasi rakit buat membangunnya. Ya, pondasi buat menciptakan rumah ini terdiri berasal tiga btg pohon kawi menggunakan diameter yg relatif akbar yang diikat sejajar sempurna diatas bagian atas air.
Selain itu, rumah tersebut juga dikaitkan menggunakan jangkar yang ditancapkan ke dasar sungai.
Hal ini dilakukan buat membuatnya permanen kokoh berdiri diatas air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
